MARAKNYA kriminalitas di kawasan Bandara Juanda tergolong ironis. Sebab, wilayah bandara adalah daerah yang sangat ketat. Untuk bisa masuk ke wilayah bandara, semua orang (termasuk para pekerja di sana) harus memiliki izin khusus atau benar-benar penumpang. Lantas, mengapa kasus pencurian masih terjadi?
Sumber :
http://202.158.49.30/metropolis/index.php?act=detail&nid=63438
—
Sekarang Tgl. 23 Agustus 2009 Kasus pencurian barang begasi terjadi lagi berawal dari keberangkatan dari Bandara Juanda Surabaya Tujuan NTT dengan Menggunakan Flight sby-denpasar MZ 616,dps-mof MZ 684 2(dua) buah handpone yang di simpan dalam koper(bagaasi) penumpang hilang tapi dos handpone (ada 2 dos) tertinggal yang hilang hanya handpone saja, anehnya kondisi koper tertutup rapat, kalo menurut sepengetahuan saya dan informasi yang sering saya dengar(sudah menjadi rahasia umum) ada kemungkinan keterlibatan “orang dalam”. menurut saya apa karena yang mengetahui isi koper mungkin hanya orang bagian pengecekan bagasi menggunakan x-ray bekerja sama dengan yang membawa barang bagasi .. ke dalam pesawat dan ada kutipan dari sumber koran ternama di surabaya yang menyebutkan
”Definisi keamanan di sini agak berbeda. Yang kami utamakan adalah keamanan penerbangan,” kata Manajer Pengamanan PT Angkasa Pura I Juanda Pudjiono. Aviation Security hanya mengawasi pergerakan barang mulai pintu masuk bandara, X-ray, hingga saat boarding. Petugas hanya memastikan bahwa barang milik penumpang tidak membahayakan penerbangan.
====================================================
Nah, setelah proses boarding selesai, keselamatan barang menjadi tanggung jawab penuh ground handling masing-masing maskapai. Parahnya, pengawasan tiap ground staff (para pekerja di masing-masing ground handling) antarmaskapai atau penyedia jasa layanan ground handling belum maksimal. Sedangkan Aviation Security PT Angkasa Pura tidak melakukan pengawasan khusus pada mereka.
==============================================
. kalau pencuri biasa tidak mungkin dapat mengetahui lokasi barang berharga dengan cepat apalagi jumlah penumpangnya banyak dan kopernya di “atur” seakan akan tidak terjadi pembongkaran apa ini modus baru….Apakah ini namanya Bandara Internasional… sangat ironis kondisi bandara di indonesia ini
Related Articles
No user responded in this post
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments